tempat aku biasa bersembunyi

December 3, 2009 - One Response

ilustrated

hari itu, kantor ramai sekali, setiap orang membicarakan yang selama ini mereka tunggu-tunggu. IPK disebut juga bonus, udah biasa dengar, tapi paling hanya numpang lewat di buku tabungan. hanya relatifitas bahwa dia ada tahun ini. semua wajah tampak hingar bingar. kata pak A, wah bisa buat beli ini tanpa bilang bu A. menurut Ibu C, asyik bisa buat liburan akhir tahun dengan keluarga. mereka bersuka cita, tawa canda berandai-andai. aku ikut, kutampakkan mimik muka senang, tertawa dan berandai-andai. hanya mimik muka ceria.

saat siang hari rabu yang panas ini, gereja depan kantor menjadi tempat kaum papa mengantri sedikit rizki dari dewan gereja. berpuluh-puluh dengan peluh wajah-wajah tua mengantri di jalan hanya untuk selembar puluhan ribu. ada anak kecil menjerit-jerit kepanasan, tak sedikit yang mengantri sambil menerka jam berapa pagar dibuka. panas, lelah, haus, sedih. saat ak duduk disamping mereka di tukang buah, kutampilkan raut wajah berduka, lelah, capek dan berpeluh.kali ini hanya raut wajah duka.

ketika matahari beranjak sore, saatnya jejalanan dijejali puluhan sumpah serapah menyebut kemacetan. klaksonĀ  berdesing diantara deru-deru kuda besi dan laju kendaraan. tak berapa lama di depan tampak dua pengendara beradu kesaktian. oknum 1 dengan ilmu menghardik tingkat tinggi dengan segala cara mencari kesalahan dari pengendara satunya. oknum 2 yang merasa bersalah hanya bisa tertunduk lesu sambil sesekali menangkis pukulan kata2 lawan mainnya. jalanan pun makin macet karena ulah mereka, dengarlah!!! sekalian bunyi klakson mendesing mengkutuk tindakan mereka. marah, panas, bosan, kami rindu rumah bicaranya. dari balik helm kuriuhkan dengan serapah, makian dan cercaan. selesaikah ? kali itu hanya suara riuh.

dan ketika malam mulai mendatangi saat sampaiku . segala ceria, duka, marah semua hilang. berganti kebekuan yang teramat dalam. dalam diam dan ketidak pedulian akan sekitar. aku sudah teracuni oleh cara pandangnya tentang keadaan. dan aku berubah. disitu, di petak ukuran 2,5 kali 3 . tempat aku biasa bersembunyi dan menampilkan perasaanku sebenarnya…

buku

December 1, 2009 - One Response

ilustrated

namaku alya. aku mahasiswi di sebuah universitas ternama di jakarta. aku seorang wanita yang mulai beranjak dewasa. tahun ini aku akan menyelesaikan kuliah semester terakhir. semester dimana aku harus membuat sebuah laporan ilmiah.

hari ini saat aku bangun tadi pagi aku termenung cukup lama. apakah bahasan yang akan saya bawa kepada dosen pembimbing nantinya. setelah berfikir beberapa lama ada suatu gambaran yang nantinya akan aku paparkan mungkin ke depannya, bagaimana aku akan menyusun laporan ilmiah ini. aku akan mengulas tentang hobi yang aku gemari dan beruntungnya hobiku ini berkait dengan mata kuliah yang aku ambil dan beruntungnya aku suka sekali membaca, berbagai tempat yang menyediakan bacaan bacaan menarik telah aku kunjungi.

oh iya aku jadi ingat sebuah buku. buku tentang masalah orang orang dewasa. buku itu diterbitkan hanya satu buah saja tiap tahunnya. maklum lah penerbitnya orang kenamaan. aku tahu buku itu dari seorang teman dan aku meminjamnya tahun lalu. aku sangat menyukai buku itu, maka kucari cari di banyak toko buku langgananku dan akhirnya aku melihat nya di toko buku terakhir yang aku tahu dan itupun buku terakhir yang tersisa saat itu. aku hampir saja membeli buku itu tahun sebelumnya tapi karena suatu alasan yang sangat harus kuterima, dan buku itu harus dibayar dengan mata uang tertentu sedang waktu itu aku belum punya maka kubiarkan buku itu dibawa orang lain.

akhirnya dengan sedikit kesabaran dan tanpa menghiraukan buku buku lain yang menurut beberapa temanku sangat lebih menarik, tapi bagiku enggak sama sekali. tahun ini buku itu terbit kembali. dan kejadian yang sama terulang kembali. ketika aku berusaha menggapai buku terkakhir yang dipajang di etalase toko itu, tangan lain mengambilnya. ah, karena aku sudah terlalu lama menantinya maka kuberanikan memandang buku yang dibawa orang lain itu. sesampainya di dekat kasir orang itu bertanya kepadaku

“mbak ingin buku ini?”ujarnya
“tapi buku ini ingin bersama saya mbak.”sahutnya lagi

aku hanya diam. dalam benakku ternyata buku itu mempunyai perasaan. buku itu ingin bersama nya. tapi dulu aku ingat buku itu juga ingin bersamaku, menemani mataku. sekarang aku jadi bingung, apakah aku harus tetap memaksakan keinginanku membeli buku itu walau kukesampingkan kenyataan bahwa aku belum mempunyai mata uang tertentu itu dan belum tentu kasir mau memberikan buku itu padaku .tapi setelah lebih setahun menunggu buku itu ternyata berusaha suka dengan orang itu walau mungkin buku itu sedikit menanti kedatanganku.

aku bingung, apakah harus kembali mempertahankan perasaan suka ini atau akan menutup perasaan ini walau aku sungguh sungguh suka buku itu karena sekarang aku tahu buku itu sekali lagi suka dan ingin bersama orang lain seperti tahun lalu. aku bingung karena aku takut salah menjaga perasaan ini buat sebuah buku yang sungguh sangat saya inginkan itu.andai buku itu namanya cinta, apa aku telah benar benar buta? tapi mengapa aku selalu ingin buku itu.

namaku alya dan aku sedang menyusun laporan ilmiah agar aku lulus semester terakhir ini nantinya…

november

November 26, 2009 - One Response

aku bisa melihat mendengar dan membaca keadaan, jalan fikir dan apa yang mungkin terjadi karena pengalaman dan masa lalu yang penuh kerahasiaan.aku gak akan protes, aku akan diam dan melihat apa yang sudah dan mungkin akan terjadi. aku dah taw sifat watak … aku dah banyak belajar menghadapi. hati2 dan cobalah hargai… baik buruk, susah senang walau aku tahu banyak susah nya akhir2 ini… silahkan lakukan apa aja, dan aku akan melihat membaca nya… kata2mu akhir2 ini banyak sekali …..ku dan caramu menampakkan tanda2 seperti 3 tahun lalu …

Waktu dulu

October 1, 2009 - 4 Responses

ilustrated

Waktu dulu itu aku masih sekolah dasar. udara dan lingkungan tidak sepengap dan semeriah kota besar ini. di sudut kota kecil itu aku menunai beberapa pelajaran, sejuknya angin dan meriah nya derik jangkrik kala malam. aku pria kecil hanya punya sebuah semangat dan tekat kelak aku akan menjadi insinyur teknik seperti habibie.

sejak awal catur wulan tiba, kala itu adalah masa masa susah bagi keluarga kecil kami. Bapak hanya seorang guru . sebagai seorang sulung dalam hatiku aku ingin membantu mereka dan melindungi adik adik ku. pagi itu kami diantar bapak ke sekolah, sejuk embun pagi masih menempel di dedaunan. setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh bagi ku akhirnya kami sampai di sekolah dasar negeri kutorejo. Lumayan jauh tapi bagi bapak dapat memberikan bekal yang berguna bagi masa depan kami. walaupun jaraknya berkilo kilo dari rumah kami, dan bukan sekolah dasar di dekat rumah.

kulangkahkan kaki kuyu ini ke dalam kelas, aku terlambat. gemerisik bisikan teman teman dan cekikikan teman sebangku berlalu saja di kepala ku.
“selamat pagi.”sapa bu suci yang kuacuhkan saja
dalam hati tiba tiba aku menggerutu
“kenapa mesti disini, disini kan jauh pak.”
hati kecil yang membutuhkan penjelasan mengapa berkilo kilo aku harus pergi sementara teman teman sepermainan ku bersekolah di samping rumah.
“selamat pagi *****.”ulang bu suci
“selamat pagi bu.”ulang ku lemah
aku tidak mengacuhkan pelajaran, penjelasan panjang lebar tentang pemuaian tidak semenarik pembagian kemarin.aku memandang bu guru penuh harap seakan aku memandang ibu, bulan depan naikkan uang saku ku ya bu jangan dipotong buat naik angkutan kalau pulang sekolah. aku mau kok sekolah di dekat rumah.

bel istirahat berbunyi tepat pukul 9.30pagi, kuhamburkan keluar kelas diri bagai seekor kuda yang melesat dari palang pacuan. satu satunya tempat yang kutuju adalah kantin. beberapa receh kukeluarkan dari saku. satu dua tiga receh itu beralih dari tanganku. aku tertawa bersama teman ku anak seorang dokter spesialis penyakit dalam.”*****, mengko nang omah ku piye, aku nduwe dolanan anyar.wingi ditukokne bapak nang suroboyo.”
aku mengangguk tanda tidak, karena setiap aku pulang, aku harus menunggu adik ku dan kami akan pulang bersama sama ke sudut kota yang lain.

Lonceng tanda pulang sekolah dibunyikan pukul 12.00 siang. siang itu aku lebih dulu keluar kelas dari adik ku. sambil duduk kutunggu di gerbang sekolah sampai dia datang.
“mas, pulang yuk ***** dah lapar.” ujarnya
kuacuhkan dan kutinggalkan adikku agak di belakang,
“barangkali ibu ga membiarkan aku sekolah di deket rumah biar aku tidak bisa bermain bersama anak anak kalau pulang sekolah,” gerutuku.
sesampai di pangkalan angkutan kota, kurogoh saku celana merah. kuulang hal serupa di saku baju putih. tidak terdengar suara gemerincing receh. uang kami telah habis, ibu…

rumah ku berjarak setengah jam kalau naik angkutan atau satu jam berjalan kaki dari sekolah dan setelah itu harus ditempuh jalan kaki sepuluh menit dari jalan raya. aku harus bagaimana, apakah adikku kuat. Aku menitikkan air mata.andai aku sekolah di deket rumah.
“dik, uang mas habis tadi buat bayar bulan dana PMI.”aku berbohong
adikku mengangguk, “terus bagaimana kita mas, jalan kaki aj yuk.”kata adikku
kasihan adikku dia masih kecil waktu itu. usianya terpaut dua tahun dibawahku. aku duduk di kelas empat dan dia duduk di kelas dua.

kubawakan tas adikku, kami berdua berjalan kecil mencari jalan tercepat menuju rumah. sesekali kami bergurau.
“mas, nggak lapar?”kata adikku.
aku mengangguk, sebentar lagi kita tiba di rumah ujar ku.
melewati bantaran sungai brantas, menyeberang jembatan tua peninggalan belanda, dan berjalan menyusur jalan raya propinsi sampai kira kira kurang seperempat perjalanan.

dari jauh kulihat ibu. mengayuh sepeda ke arah kami. tahun itu hanya sepeda motor satu satunya dipakai bapak untuk mengajar di sekolah. sedang ibu setiap hari nya memakai sepeda itu di rumah. aku sadar bulan itu masa masa sulit, ibu menyusul kami karena kami sudah terlambat satu jam dari jam biasanya kami pulang. Dari warna wajahnya aku tahu beliau khawatir. Ibu tidak naik angkutan… siang itu siang yang panas. ibu maafin aku…

sudah dua belas tahun lebih masa itu berselang .sekarang aku telah mendapat pekerjaan yang layak walau kadang aku belum puas dan terasa melenceng dari cita cita ku semasa kecil. dan aku mengerti mengapa bapak memilih sekolah itu . ketika aku merasa kesepian dan jauh dari rumah sekarang. aku sadar bahwa beberapa orang telah membuat keputusan yang sangat berguna untuk ku dan mungkin masa depan ku. untuk kesalahan ku masa itu, maafkan aku ibu “Tuhan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku selagi aku masih kecil”doa yang selalu kupanjatkan untuk bapak dan ibu ku…

cerpen yang kutulis di pertengahan tahun 2006 dan pernah ak posting di intranet, hari ini ak ingat skali sama ibu mungkin gara2 habis pulang kampung lebaran lalu. Ibu pet sembuh y…

pict taken from http://endjivanhouten.files.wordpress.com

jakarta

September 28, 2009 - 2 Responses

JAKARTA

JAKARTA memang kejam, jakarta memang jahat, jakarta sangat bengis, jakarta juga rakus, jakarta pula yang memaksa orang berubah. jakarta membuat orang saling bunuh, merampok harta orang yang bukan haknya. jakarta tak peduli anak2 kecil berlarian di tengah panas hanya untuk gopekan, orang tuaberrinai-rinai dibawah hujan hanya untuk selembar ribuan. jakarta dengan senangnya menginjak-injak lapak-lapak kaki lima yang terlalu melebar ke jalan. jakarta membuat orang memakan rizki orang-orang yang harusnya disampaikan. jakarta pula yang membuat pak kiyai menjadi dukun, iya dia JAKARTA yang penuh kebusukan dan kenestapaan.

namun, di jakarta kita memulai harapan. di jakarta kita meretas setinggi-tingginya asa. di jakarta kita mencari pendidikan. di jakarta kita mendapat penghidupan. di jakarta kita jadi disanjung kala pulang. di jakarta pula banyak orang menemukan belahan hatinya merintis keluarganya…

dan aku berharap seperti banyak orang berharap di jakarta, jadikan aku manusia sebaik-baiknya….

pict taken from http://brownbeaver.files.wordpress.com

5 tahun Lebih ?

September 8, 2009 - 7 Responses

suatu waktu di cisarua, on this video my two best friend…

5 tahun lebih sejak penempatan. akhir maret 2004 sd sekargan september 2009, dan masih di bagian yg sama. malah bisa dibilang kursi yang sama. tp pernahkan aku merasa jenuh? kadang sesekali terasa, cuma akhir2 ini kenapa ak jadi ngrasa betah disini.

kemaren sore agak terkaget ketika temenku bilang ada mutasi, mungkin nanti jika kanwilku ada mutasi, kemungkinan kaw bisa dipndah bro. ah, tiba2 ak jadi berat banget ninggalin tempat ini. mungkin sudah terlalu lama hingga trasa baru kemarin. atau mungkin selama ini ak menemukan environment yg bagus disini yang membuatku betah. walau di kantor ini juga belum pernah sama sekali dipindah, Alhamdulillah slama ini masih dipercaya untuk megang pekerjaan ini. kursi yang sama, aroma yang sama tiap pagi di ruangan ini. orang2 yg dulu berganti pergi, teman2 terbaik yang dipindah ke kantor lain. teman2 baru datang.

jadi teringat dl di kantor ini aku punya 2 sahabat baik, namanya jelek dan kepala suku, maaf nama disamarkan. dua2nya cewek, hampir di tiap pagi dan siang hari sering kali kami makan bersama, bahkan beberapa masa sering bgt keluar kantor menemani mereka sekedar berbelanja ke mangga dua, pasar pagi atau tanah abang. setiap ada kesulitan baik pekerjaan ataw sekitar kami saling bantu membantu, dan bahkan hampir bisa dibilang kami bertiga seperti saudara. tp ketika masa itu pratama, mereka berdua dipindah ke kantor lain. hahahha, hampir menitikkan air mata kala itu, rasanya seperti akan ditinggal jauh, but its ok. ada yg datang adapula yang pergi.

kembali ke 5 tahun tadi. sekarang, apakah pencapaian selama aku berada di kantor ini, adakah prestasi yg sudah aku ukir disini, atau hanya bekas2 coret2 yang gak tentu disini. harusnya ada, dan aku sedang berusaha . semoga nantinay saat ak harus juga pindah dari tempat ini, aku bisa meninggalkan sebekas kenangan baik buat kawan-kawan disini …

LETIH

August 5, 2009 - One Response

help

Saya itu dimana? Saya itu telah terkapar dipabrik tempat buruh biasa bekerja. Sementara hati saya saat ini sedang menggumam ditengah maklumat sepi yang mencekam dan kejam. Aku kehilangan. Kesemrawutan yang membuat saya harus bertarung mati-matian mengalahkan apa yang melelahkan saya. kemudian masuk dalam pusaran beliung mendenyutkan saraf-saraf kepala. Berkunang-kunang dalam beragam bayangan yang melintas tiada henti, bayangan keirian dan semangat yang mulai bersunyi. Beraneka warna.Dan saya harus meraih apa untuk berpegangan dari rasa letih ini???!!

dah hampir tiap hari pulang malem terus gara2 kerjaan. sedang yg lain sibuk pingpong, nongkrong di warung. saat ak sedang berkutat dengan pekerjaan yg maw gak mau harus ak handle sendirian. help me!!!

hari ini ada yang Ulang Tahun

July 2, 2009 - 4 Responses

Happy birthday, selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat, segala doa yang akan, sedang dan yang sempat tertunda kumohonkan segera terwujud. Happy birthday, semoga di sisa usia kita masih selalu bisa mensyukuri segala nikmat Nya diantara segala kekurangan dan kelebihan yang sudah kita dapat. Amin.

setelah beberapa hari merancang sedikit kejutan apa yang bisa ak kasih buatnya, dimulai dari hunting kado yang ga dapat2 “gila nyari merk itu susahnya, langka banget”, bikin kartu ucapan sendiri “dikasih musik lho”, akhirnya smalem gladi bersih skalian pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan alhamdulillah dapat berjalan. ah walaupun sehabis itu gara2 jam tidur yang tll dikit berakibat ga bisa saur paginya dimana berujung pada gagalnya puasa hari ini tapi lumayan seneng rasanya dapat memberinya sedikit kejutan diantara sekian banyak hal yang masih harus dipikirkan. makasih buat dewi dah bantuin bukain pager malem2, huhuhu padahal biasanya tahun2 kemarin ak nungguin di luar pager nunggu jam 12 teng. galih galih, aya2 wae lah awakmu. walau sedikit terkantuk2, kulihat sekali lagi senyumnya, semoga aku masih dan selalu bisa memberinya senyuman, karena klu liat dia senyum sebagian dari kebahagiaanku kudapat. mwaa…

02 juli 2009 00.00 . selamat ulang tahun ui

all long ..

June 29, 2009 - 5 Responses

zz

kulewatkan banyak masa tanpa bercerita

mulai dari pergi rafting, ke LIDO, ke bali ngadirin resepsinya vita, perkembangan ibu, alhamdullillah operasinya lancar dan sukanya ak bisa membiayai dengan jerih payahku sendiri. bapak yang mbeliin adik motor baru buat pkl, dan nenek jauh ku meninggal kemarin , padahal waktu kecil dl sering nginep di tempat beliau, moga2 amal dan ibadahnya diterima Allah SWT dan segala dosa2nya diampuni..

pe hari ini badan ku rasanya drop kecapekan gara2 mulai jumat siang riwa riwi ke kantor pusat plusĀ  mondar mandir nyari tiket transfromer dapat jg berakibat pulang malem lagi, sabtunya ngikutin midnight sale plus begadang pe malem, n kmrn nongkrongin prj panas2 dan dikipasi ac yg super dingin di dalam distro2 nya sekarang puasa2 malah drop.. semoga semakin membaik tapi over all skrg yg harus dipikirin hari kamis ini apa yg bisa ak kasih buatnya, aku harus bisa segera mewujudkan segala impiannya …….

dipotofg

suzuki fxr 150 owners community

March 31, 2009 - 5 Responses

talk about :

suzuki fxr 150 owner community