my cute litle nephew

Posted: September 8, 2011 in Uncategorized

anin

nama panggilannya anin (1.5 tahun), putri kecil adikku yang lahir wetonnya sama persis dengan almarhum ibuku, kalau kata orang2 ibuku nitis ke dia apalah. cewe cantik yang beberapa hari selama lebaran setia menemaniku. baru bisa berjalan, dan ketika berlari-lari kecil masih terhuyung ke sana kemari, lucu sekali. ketika baru tiba walau sudah kuberikan boneka dan baju yang sempat kubelikan dari jakarta, hari itu seperti halnya dengan ke orang baru yang lain, kalau didekatin nangis karena memang dasarnya anin ndak mudah ngikut ke orang baru. herannya walau takut, sesekali matanya melirik ke pak puh nya yang baru ditemuinya sekali ini, namun ketika ditatap balik sesegera memalingkan pandangannya. perangainya itu mengingatkan aku ke ponakanku dina, putri temanku retna yang wajah dan perangainya hampir mirip dia, namun dalam beberapa saat saja sudah bisa ak ajak bermain. berbeda dengan anin, hari itu praktis hanya adikku bungsu yang menemaninya bermain.

esok harinya, ketika terbangun dari tidur lelapnya dan menangis kencang, ibunya pun semburat menenangkannya. setelah berjalan keluar kamar sambil mewek diikuti ibunya dibelakang, dia berjalan ke arahku, minta digendong. kugendong keluar rumah, nglihat ayam seketika raut mukanya cerah, tertawa sambil bilang “ayam”. kemudian ketika dia melihat bunga, dia berguman “pupu” sambil menunjuk ke bebungaan di depan halaman rumah. akhirnya seseharian hingga malam kutemani ponakan kecilku itu, mengajari nama-nama hewan di buku gambar, mengejarnya berlari-larian kecil sambil mendengarnya tertawa terkekeh-kekeh. dalam hatiku saat itu, aku harus bisa mendapatkan seperti anin secepatnya darinya. Mungkin memang aku dikaruniai kemampuan menaklukkan hati anak kecil, Selalu bisa aku teduhkan hati anak-anak kecil itu di dekatku, seperti halnya aku kepada andi, fara, dipta, putra, inal ponakan-ponakanku yang lain yang semasa dulu sering dititipkan ke aku ketika ibu bapaknya tidak ada padahal ketika dititipkan atau diajak orang lain rewelnya minta ampun.

beberapa hari berikutnya, aku “galih kakak tertua”, adikku “galih adik tertua” dan istrinya, serta adik bungsuku “galih adik termuda” silahturahmi ke kota sebelah, menjalin hubungan baik dengan saudara-saudara dari keturunan alm. ibuku yang sekarang praktis hampir putus hubungan dengan bapak ketika bapak menikah lagi. mengendarai 2 sepeda motor, kami membelah jejalanan yang biasanya sepi namun ketika lebaran menjadi super macet itu. melintasi jalan sepi ditengah sawah hingga ke tiba ke rumah bude sri “kakak alm ibu” di kota sebelah. sesampainya setelah beramah tamah sebentar dan melepas penat, karena memang di rumah itu sudah seperti rumah kami sendiri akhirnya anin bertebaran kesana kemari. lagi-lagi uluran tangan adikku paling kecil yang biasanya menemaninya main di surabaya saat waktu senggang kuliah ditolaknya. praktis hari itu dari rumah ke rumah saudara di kota itu, aku yang menggendong dan mengajaknya bermain. sampai pegal rasanya tanganku menggendongnya hari itu.

pada hari terakhir keberangkatanku kembali kejakarta dengan membawa kabar baik dari bapak untuk jalanku, ponakan kecilku hari itu sangat aneh sekali. bawaannya selalu dekat dengan pak puh nya ini. ketika aku tidak ada di rumah, dicarinya kesana kemari, ke kamar ku, bahkan seisi rumah diputerinnya. dan ketika ketemu, selalu mengajak bermain dengan bola dan boneka yang aku bawakan kemarin. hari itu, seolah dia tidak ingin melepaskan pak puh nya yang malang ini kembali ke jakarta, bahkan sampai dengan keberangkatanku ke stasiun, menangis dia kala direnggut dari gendonganku sambil matanya menatap tajam ke arahku, mata ibuku.

dan sekarang aku sudah di jakarta, dengan keadaanku sekarang. dengan luka yang kembali menganga untuk kesekian kali. untuk ponakan kecilku yang lucu, terima kasih senyum kecilmu yang selalu kuingat saat sedihku disini. sehat-sehat dan cepat tumbuh besar lah, jadilah gadis dewasa yang dapat dibanggakan ayah ibumu, berguna dan mengerti serta toleran terhadap orang lain. selalu tersenyumlah untuk pamanmu ini …

Advertisement
Comments
  1. Erikson says:

    Lama g kemari, udah mentereng aja blog sikawan ini.. mantap ah! Haha.. sama kita Gal, kalo pulang ada anak bocah dirumah jadinya rame, tp kadang terlalu rame soalnya berisik, lincah lari-lari, kalo teriak sama nangis gak kira2.. hahaha.. tp ya itu tadi kl udah jauh ntar pasti kangen lagi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s