awal september ini, aku beranjak menuju jalan takdir lain, jalan ke depan yang masih jauh, namun pasti cepat bagiku, karena tiada lagi belenggu yang tidak berguna itu.
sedikit kilas balik, 2 tahun ini banyak hal yang terjadi, mulai dari awal tahun dimana Ibu alm. masih dalam keadaan sakit hingga beliau dipanggil oleh Allah SWT dalam usia yang masih dibilang muda 47 tahun. Perasaan rindu padanya ini pasti akan sangat membesar sampai kami dipertemukan kembali nantinya pun aku juga masih gamang apakah di dunia nanti perasaan kami masih seperti di dunia fana ini. Tapi terlepas dari itu, insyaAllah dalam setiap doa pasti kupanjatkan nama beliau.
kemudian beranjak ke masa setelah itu, alhamdulillah dah diberi ijin olehNya untuk menempati rumah di skitaran jagakarsa jaksel, namun kurasa sih hanya perpindahan tempat tidur, dari kamar semula yang hanya kurang dari 3 kali 3.5 meter pindah ke sebuah bangunan sederhana di pinggiran jakarta. Semuanya masih terasa sama seperti di slipi, malam-malam yang hening, tembok tembok yang baru dan semoga bukan sebuah tembok ratapan lagi namun tembok-tembok harapan, plus perasaan kehilangan teman-teman baik di slipi yang sewaktu masih disana bisa aku datangi kapan saja saat sepi datang.
lepas dari kedua hal tadi, ada satu peristiwa besar lagi, yup masa2 yang terulang lagi. tp ya sudahlah mampunya seperti itu dan akan selalu seperti itu.
———————————————————————————————–
berteman debu sepanjang jalan. meniti hari penuh keyakinan. masamu akan tiba kawan. jangan menyerah hanya kerna sebuah kerikil dan duri kecil yang mencoba mengganggu perputaran Jalinan cita cita yang sudah terpancang.